Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fuchsia, Sistem Operasi Baru Milik Google Pengganti Android

3 Minggu Ditinggalkan Stefan William, Tangisan Anak Celine Evangelista Terekam Saat Tampil di TV

    Anak-anak Celine Evangelista


 Anak-anak Celine Evangelista diundang ke acara Kopi Viral Trans TV, Selasa (14/9/2021).

Terungkap Pada Ramzi dan Melaney Ricardo, ternyata nasib Anak Celineg sudah 3 minggu tak bertemu dengan Stefan William.

Aktivitas Stefan William yang padat rupanya mengurangi jatah pertemuannya dengan Jemima guri Clementine Sompie, Eleeya Xaviera Sompie, Lucio Otthild William, Eadred Koa LEwis Miguel.

Celine Evangelista kini merawat keempat buah hatinya seorang diri dibantu oleh sang adik

Pekerjaannya yang padat di layar kaca televisi bikin Celine harus pintar-pintar mengatur waktu antara pekerjaan dengan keluarga.

Beruntung hal itu bisa berjalan dengan baik sejauh ini kendati tanpa Stefan William.

Celine menyatakan tak menyesali kejadian yang sudah menimpa keluarga kecilnya itu. Di mana harus berpisah rumah dari Stefan William dan membawa serta anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Hal tersebut diungkap dalam acara Kopi Viral, tayangan dapat dilihat dalam kanal Youtube TRANS TV Official berjudul 'HIDUP CELINE EVANGELISTA SEBAGAI IBU 4 ANAK TERKAUK | KOPI VIRAL (14/9/2021) P2'.

Jadi wanita karier dengan tetap merawat 4 anak tentu tak mudah bagi Celine. Belum lagi ditambah masalah dengan Stefan William yang masih urung menemukan titik terang.

"Apa yang membuat lo kuat?, " tanya Ramzi.

"Yang membuat aku kuat ya karena mereka karena aku gak pernah menyesali apapun yang terjadi di dalam hidup aku sebelumnya semua itu menjadi pembelajaran buat aku. Baik buruknya semua buat blessing dalam hidup aku dari Tuhan, " jelas Celine Evangelista.

"Lo pernah menyampaikan sesuatu ke Jemima dan Eleeya dengan segala permasalahan yang lo alami?, " kulik Ramzi.

Belum sempat Celine menjawab pertanyaan Ramzi, tiba-tiba Koa merengek bikin Melaney Ricardo bereaksi.

"Kenapa sih?, " tanya Celine ke Koa.

"Yang membuat aku kuat ya karena mereka karena aku gak pernah menyesali apapun yang terjadi di dalam hidup aku sebelumnya semua itu menjadi pembelajaran buat aku. Baik buruknya semua buat blessing dalam hidup aku dari Tuhan, " jelas Celine Evangelista.

"Lo pernah menyampaikan sesuatu ke Jemima dan Eleeya dengan segala permasalahan yang lo alami?, " kulik Ramzi.

Belum sempat Celine menjawab pertanyaan Ramzi, tiba-tiba Koa merengek bikin Melaney Ricardo bereaksi.

"Kenapa sih?, " tanya Celine ke Koa.

"Kayaknya anak lo sudah mewakili deh lewat tangisannya, " cetus Melaney.

"Lo pernah ngomong sama mereka?, " ulang Ramzi.

"Pernah. Apapun yang terjadi, aku kadang takut anak ini udah bisa main sosmed, nonton tv, jadi aku kadang-kadang takut dia mendengarkan sesuatu yang sebelum aku yang ngomong, " beber istri Stefan William.

"Aku bilang ke mereka I'm sorry for what happend know, " imbuhnya.

"Tapi apapun itu pokoknya gak akan merubah sayangnya mami ke kalian, " pungkas dia.

Menelisik lebih dalam lagi, Celine Evangelista rupanya takut jika ada egonya yang akan menyakiti hati anak-anaknya.

Celine takut dengan nasib masa depan keempat anaknya kelak.

Maka kini ia sangat hati-hati sekali dalam bertindak.

"Aku takut apa yang aku lakukan ini salah. Aku pengennya ego bahagia aku untuk diriku sendiri tapi karena kita punya anak kita harus mikirin masa depan anak dan kebahagiaan mereka. Jadi banyak banget pertimbangan dalam hidup aku sekarang mencampuri anak aku, " tandasnya.

Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

Melansir dari Halodoc, berikut beberapa pengaruh psikologi anak pada hubungan rumah tangga yang perlu orang tua ketahui.

1.) Keluarga yang Tidak Harmonis Membuat Anak Stres

Orang tua perlu tahu, bahwa anak yang sering menyaksikan orang tuanya berdebat atau bertengkar akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah stres dan kurang bahagia. Ia pun cenderung akan lebih tertutup kepada orang lain. Ini disebabkan karena kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Bukan tidak mungkin jika pada akhirnya anak akan mengalami salah pergaulan.

2.) Anak akan Bersikap Agresif dan Kasar

Sudah menjadi sifat alami anak untuk meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Oleh karena itu, selalu memberikan contoh yang baik dan hindari kekerasan di dalam rumah. Kondisi keluarga yang tidak harmonis akan membuat anak cenderung bersikap agresif dan kasar kepada orang lain. Bahkan, ia tak segan memukul siapa saja yang tak disukainya tanpa alasan yang jelas. Si kecil juga akan mudah emosi dalam menghadapi segala permasalahan nantinya.

3.) Anak akan Lebih Pendiam dan Menjadi Antisosial

Berada di dalam kondisi keluarga yang tidak harmonis menjadi beban tersendiri bagi anak. Pastinya, ia tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana keadaan keluarganya. Inilah yang membuat anak jadi lebih pendiam dan cenderung antisosial. Ia tidak ingin bergaul dengan siapa pun dan lebih memilih menyendiri.

4.) Anak akan Kehilangan Figur Teladan

Pengaruh psikologi anak pada hubungan rumah tangga yang tidak harmonis selanjutnya adalah tidak adanya figur dewasa yang bisa dijadikan teladan oleh sang anak. Ia pun akan berpikir bahwa tidak ada orang dewasa yang bisa dipercaya dan dicontoh. Jika dibiarkan, anak akan merasa kesepian dan rentan terserang depresi.

5.) Anak akan Kehilangan Rasa percaya Diri

Rasa percaya diri yang kuat pada diri anak timbul karena dukungan dari kedua orang tuanya. Adanya motivasi dan pujian dari ibu dan ayahnya akan membuat anak lebih bersemangat untuk menjalani segala aktivitasnya. Sebaliknya, anak yang berada di lingkungan keluarga yang tidak harmonis akan kehilangan motivasi dan semangatnya. Tak mengherankan jika ia akan tumbuh menjadi anak yang pasif dan tidak percaya diri.

6.) Pendidikan Anak Pun akan Terganggu

Anak yang mengalami stres tidak akan pernah bertumbuh dan berkembang dengan sempurna. Termasuk dari segi akademis atau pendidikannya. Ini disebabkan karena adanya perubahan kondisi dan gaya hidupnya. Hilangnya semangat akan membuat anak malas beraktivitas dan cenderung bertingkah semaunya. Ia akan merasa pendidikan tak lagi menjadi hal yang penting.

7.) Anak akan Berisiko Memiliki Masalah Mental ketika Dewasa

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The University of Sussex mengemukakan bahwa anak yang melihat kedua orang tuanya bertengkar berisiko memiliki masalah mental ketika ia beranjak dewasa. Bahkan, pada kasus perceraian yang tergolong ekstrem, bukan tidak mungkin anak yang berada dalam lingkungan keluarga tak harmonis memiliki risiko tinggi untuk lebih cepat mengakhiri hidup.

By : admin